Posts Tagged ‘activities’
SINAR HARAPAN, 17 April 2006
ASTAGA!, 29 March 2006
diambil dari artikel “Tampilkan Inner Strength Kamu Dengan CloseUp Milk Calcium“
Astaga!HidupGaya-Ada yang baru dari CloseUp. Produk pasta gigi keluaran Unilever ini meluncurkan varian terbarunya yakni CloseUp Milk Calcium.
Varian terbaru CloseUp ini mengandung perpaduan inovatif antara Milk Calcium yang unik pada lapisan dalam dan tengah gelnya, dengan Vitamin Fluoride System untuk menjaga gigi kuat dari dalam.
Peluncuran varian terbaru CloseUp ini ditandai dengan diskusi bertajuk, Pergerakan Anak Muda, Ada Apa Dibalik Fenomena ini ?, yang digelar di Musium Kebangkitan Nasional, Jakarta, Selasa (28/3).
Acara tersebut dihadiri oleh beberapa tokoh muda berprestasi seperti Hanung Bramantyo (Sutrarada terbaik FFI 2005), Tika (Musisi Indie dengan album Defrosted Love Song), Anya (Penyair, Pendiri Komunitas Bunga Matahari), Alex Sihar (Konfiden- Komunitas Film Independent), dan dua duta CloseUp Milk Calcium, Christian Sugiono dan Rianti Cartwright. Turut hadir dalam acara tersebut Irwan Matua (AntropoloG UI), dan Andrie Darusman, (Marketing Manager Oral Care PT Unilever Indonesia).
Menurut Andrie kreatifitas dan budaya remaja selalu mengawali perubahan. “Pada dekade ini remaja ingin menunjukkan bahwa mereka penuh inisiatif, independent, serta memiliki inner strength yang mampu mengerahkan mereka untuk menghasilkan karya terbaik,” jelas Andrie.
Hal ini senada dengan campaign Close Up terbaru yang menamakan generasi mereka, Generation–i yakni generasi yang penuh inspirasi, interaktif, intuitif, inovatif, independent dan memiliki inner strength tanpa meninggalkan ke indonesiannya.
Sementara itu Antropolog dari Universitas Indonesia, Irwan Matua Hidayani, mengatakan inner strength anak muda Indonesia terlihat dari pesatnya perkembangan insdutri yang melibatkan mereka.
“Contoh, maraknya novel chiklit, notabene ditulis oleh kaum muda. Mereka juga kreatif membuat film-film independent dengan tema unik, kualitas baik, meski minim pengalaman maupun dana,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Irwan juga memberikan tips bagaimana mengolah inner strength yang baik. “Pertama, anggaplah Kendala sebagai tantangan, bahkan kesempatan. Kedua, selalu berpikir positif. Ketiga, jangan mudah menyerah. Keempat,selalu merujuk pada diri terbaik anda. Kelima, percayalah pada kemampuan diri,”, ujarnya.
Jadi, setelah sukses ber-Metamorphoself, apakah kamu siap mengeksplorasi your Inner strength?. Buktikan saja sendiri !!
INVESTOR DAILY, 4 April 2006
PROSPEKTIF, 3 April 2006
TERBIT, 29 March 2006
PARLE, 3 – 10 September 2007
SUARA KARYA, 2 April 2006
KOMPAS, 31 March 2006
Sok-sokan Menilik Sastra Dunia Maya :)
Saya sebenarnya sempat ragu untuk menerima tawaran sebagai moderator diskusi ini, tetapi saya akhirnya mengiyakan karena saya pikir, selain saya memang merasa sebagai pelaku sastra yang menggunakan internet, diskusi ini berpotensi besar untuk menjadi sangat menarik. Paling tidak dari judulnya saja kita bisa menghasilkan pembicaraan yang seru. Kalau boleh sedikit curhat, saya sendiri kurang nyaman dengan istilah “sastra dunia maya” karena seringkali dikonotasikan dengan yang “terbuang” dari yang so-called “nyata” dan seolah-olah ia adalah dunia asing yang tabu sehingga untuk berkeliaran di dalamnya kita harus terlebih dahulu melanggar batas yang memisahkannya dari kefamiliaran dan kesucian dunia nyata. Ini juga ‘diperparah’ dengan penggunaan kata “menilik” yang memberikan jarak antara “si nyata” dan “si maya”. Bagi saya ini lucu karena saya justru mulai bersastra di dunia maya, kira-kira 8 tahun yang lalu, sebelum bisa bergaul dengan pelaku-pelaku sastra lain dan akhirnya diminta menjadi moderator pada malam itu. Jadi, kalau menurut saya, apa yang disebut “nyata” sama mayanya dengan apa yang saya lakukan malam ini & apa yang disebut “maya” sama nyatanya dengan apa yang biasa saya lakukan sehari-hari.
Paragraf di atas adalah sebagian dari catatan yang saya siapkan sebagai pemancing diskusi sebelum datang ke Jl. Utan Kayu No. 68H sekitar dua jam lebih awal dari waktu yang telah ditentukan sambil membawa dua botol bir (larutan penyegar cap heineken, kata Jorgy) untuk diminum bersama Mikael. Beberapa hari sebelumnya, ketika Mikael dan saya sibuk mempersiapkan materi diskusi, kami berharap dengan minum sedikit alkohol kami akan lebih sociable, atau tepatnya, lebih santai. Ya, jujur aja, kami sebenarnya gugup setengah mati. Hahaha…
Ini ada beberapa foto yang diculik dari Ney:
Klik ini untuk lihat album lengkapnya.
Klik ini untuk baca tanggapan saya terhadap “kehebohan” yang muncul sehari setelah diskusi diadakan.
Komunitas Puisi Maya: Bisa Apa?!
Waktu BuMa jadi penyelenggara sekaligus peserta “Komunitas Maya Bisa Apa?” di Teater Utan Kayu, semua dag dig dug karena ini pertama kali bikin acara di markas komunitas yang jauh lebih senior dan gaungnya sudah ke mana-mana. Crowdnya pasti lebih beragam dengan range yang lebih luas. Strategi penanggulangan chaos dan disorder (which normally was non-existent) harus ditata ulang. Click on thumbnails to see some illustrations of what we accomplished (and several famous faces):
Bersosialisasi
Menyambut pembicara & tamu spesial: Elisa Koraag & (Alm.) Sobron Aidit
Nira (MC), Donni (Project Officer), me, Dino F. Umahuk (Fordisastra), Randu Rini (Cybersastra), Medy Loekito (Penyair), Elisa Koraag (Sastra Pembebasan)
Mendengar dongeng Opa yang sangat lucu (sedih lihat foto ini)
Terima kasih Opa
Photo op
Photo op lagi
Photo op terus
Dinner time!
Persiapan ruang teater
Enthusiastic audience
Photo op colongan
Me, reading
My boyf, totally out there
“Lho, ada apa ini?”
“Kok bisa begini ya?”
“Ada yang bisa menjelaskan?”
“Sini, biar saya yang beresin”
Just another strange pose – yea, we get this all the time
Vandaloetry
Masterpiece #1
Masterpiece #2
(Pictures by Utama Putranto)








